Menjadi seorang penulis tentu sudah menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh orang yang bekerja sebagai penulis, ibarat kata menulis merupakan sarapan pagi bagi seorang ahlinya. Namun demikian, untuk menjadi seorang penulis profesional pastinya ada hal yang dilakukan secara konsisten yang tidak banyak dilakukan oleh kebanyakan orang.

Untuk itu kali ini kita akan mengulas tentang 7 kebiasaan yang dilakukan oleh seorang profesional, agar bisa menjadi motivasi bagi Anda yang masih belajar ke dunia penulisan yaitu:

1. Menulis Secara Konsisten

Ketika kita menginginkan perbaikan terus menerus, menulis setiap hari adalah prioritas pertama. Ketika kita tidak tahu apa yang harus ditulis, kita mengamati orang, tempat, dan benda. Kami tidak menunda menulis dengan berbicara tentang apa yang akan kami tulis suatu hari nanti atau dengan secara serampangan mengkritik apa yang telah ditulis orang lain.

2. Penulis Mendengarkan atau Bertukar Informasi

Mendengarkan membantu menangkap ritme ucapan, dialek, dan dialog dalam suasana alaminya. Penulis mendengarkan perasaan di balik kata-kata tersebut dan mengamati bahasa tubuh atau tingkah laku untuk menyajikan perbedaan asli di antara orang-orang yang mereka tulis.

3. Penulis Mengajukan Pertanyaan

Rudyard Kipling mengatakan bahwa “enam orang yang melayani dengan jujur” (apa, mengapa, kapan, bagaimana, di mana dan siapa) mengajarinya semua yang dia tahu. Dengan mengajukan pertanyaan, kami menjelajahi berbagai sudut topik yang mungkin terlewatkan. Belajar dari anak-anak yang ingin tahu yang ingin belajar tentang segala hal; kata favorit mereka adalah “Mengapa”.

4. Penulis Rajin Membaca

Mulai dari buku, artikel majalah, renungan, koran, buletin – untuk mengumpulkan ide-ide yang dapat diperluas menjadi artikel, blog, atau buku. Menggunakan enam orang yang melayani Kipling, penulis mencari pertanyaan yang belum terjawab dan memikirkan berbagai aspek masalah, insiden, atau solusi. Kami melihat melalui lensa budaya kami, pengalaman masa lalu, dan situasi sekarang untuk relevansi dengan target audiens kami.

5. Penulis Merenungkan Apa yang Mereka Baca

Ketika kita memikirkan dengan hati-hati tentang apa yang kita baca, kita sering menemukan ide dari apa yang telah ditulis orang lain. Kami memperhatikan bagaimana penulis lain menyatukan kata dan frasa, memulai dan mengakhiri paragraf, serta cara ide mengalir dari satu kalimat ke kalimat lain dalam paragraf. Merefleksikan apa yang kita baca memungkinkan kita untuk menghubungkan apa yang kita baca dengan pengalaman kita. Oleh karena itu, pembaca yang jeli menjadi penulis yang lebih baik.

6. Penulis Menetapkan Tujuan dan Menetapkan Tenggat Waktu

Berapa banyak kata yang akan kamu tulis hari ini? Apa yang akan Anda tulis – artikel, bab buku, renungan? Berapa banyak yang akan Anda tulis dalam seminggu? Kapan kamu akan selesai? Di mana Anda ingin “mahakarya” Anda dilihat – online, di koran, buletin, majalah, atau buku? Mata pelajaran apa yang akan Anda tulis? Apakah tujuan dan tenggat waktu Anda terlihat setiap hari?

7. Penulis Memprioritaskan

Karena masing-masing dari kita memiliki jumlah waktu yang sama, penting untuk menentukan penggunaan terbaik waktu kita pada saat tertentu? Jadwalkan waktu menulis Anda dan pertahankan janji ini dengan diri Anda sendiri. Waktu yang Anda sisihkan untuk menulis sama pentingnya dengan pengaturan sebelumnya yang Anda buat dengan orang lain.

Penulis suksesĀ  selalu melakukan 7 hal diatas dan juga bisa kita jadikan motivasi untuk mulai menulis.

(1) Menulis setiap hari,

(2) Mendengarkan dengan aktif,

(3) Mengajukan pertanyaan,

(4) Membaca secara luas dan sering,

(5) Merenungkan apa yang mereka baca,

(6) Menetapkan tujuan dan menetapkan tenggat waktu, dan

(7) Memprioritaskan waktu mereka.

Ketika Anda melakukan hal-hal ini secara konsisten, Anda akan berada di jalur yang benar untuk menjalani kehidupan penulis. Segara coba lakukan dan jangan khawatir untuk melakukan kesalahan. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat bagi semua.